Sunday, July 15, 2012

Olah Tubuh

OLAH TUBUH

Warming-Up atau pemanasan sebaiknya menjadi dasar dalam pelajaran acting. Melatih kelenturan tubuh, memulai dari organ yang paling atas, hingga yang paling bawah. Latihan ini ditempuh untuk mencapai kesiapan secara fisik, sebelum menghadapi latihan-latihan lainnya.
Olah tubuh bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan pada balet, namun kalau di Indonesia sangat mungkin berangkat dari pencak silat atau tari daerahnya masing-masing seperti kebanyakan actor cirebon dengan masres (sejenis teater tradisional cirebon) yang banyak menguasai tari topengnya, juga tentu di Bali, Sunda dan banyak tempat yang berangkat dari tradisinya dan kemudian dikembangkan pada tujuan pemeranan,.
Banyak aktor pemula selalu gagal dalam menampilkan segi kesempurnaan Artistik, karena pada waktu puncak klimaks selalu diserang oleh kekakuan, mengalami ketegangan urat.
Kekejangan ini memberikan pengaruh buruk pada Emosi bagi pemeran yang sedang menghayati perannya, apabila hal ini menimpa Organ suara maka se-orang yang mampunyai suara baik menjadi parau bahkan bisa kehilangan suara, jika kekejangan itu menyerang kaki maka orang itu berjalan seakan lumpuh, jika menimpa tangannya akan menjadi kaku.
Untuk mengendurkan ketegangan urat ada bermacam cara latihan, dengan melalui latihan gerak, senam, tari-tari. Hingga gerakkan dapat tercipta dengan gerakan artistic, dan dapat lahir dari Inter Akting (Gerakan Dalam).
Olah tubuh sebaiknya dilakukan sau jam setengah setiap hari, dalam dua tahun terus menerus, untuk memperoleh actor yang enak dipandang mata, subjeknya: Senam irama; Tari Klasik, Main anggar, Berbagai jenis latihan bernapas, latihan menempatkan suara diksi, bernyanyi, pantomime, Tata Rias.
Olah tubuh (bisa juga dikatakan senam), sangat perlu dilakukan sebelum kita mengadakan latihan atau pementasan agar mendapat keadaaan atau kondisi tubuh yang maksimal. Selain itu olah tubuh juga mempunyai tujuan melatih atau melemaskan otot‑otot kita supaya elastis, lentur, luwes dan supaya tidak ada bagian‑bagian tubuh kita yang kaku selama latihan-latihan nanti.
Pelaksanaan olah tubuh :
1.     Pertama sekali, perhatikan dan rasakan dengan segenap panca indera yang kita punya, tentang segala rakhmat yang dianugerahkan kepada kita. Dengan memakai rasa kita perhatikan seluruh tubuh kita, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki, yang mana semuanya itu merupakan rakhmat Tuhan yang diberikan kepada kita.
2.    Lalu gerakkan tubuh kita.
a.    Jatuhkan kepala ke depan. Kemudian jatuhkan ke belakanq, ke kiri, ke kanan. Ingat kepala/leher dalam keadaan lemas, seperti orang mengantuk.
b.    Putar kepala pelan‑pelan dan rasakan lekukan‑lekukan di leher, mulai dari muka. kemudian ke kiri, ke belakang dan ke kanan. Begitu seterusnya dan lakukan berkali‑kali. Ingat, pelan‑pelan dan rasakan !
c.    Putar bahu ke arah depan berkali‑kali, juga ke arah belakang. Pertama satu-persatu terlebih dahulu, baru kemudian bahu kiri dan kanan diputar serentak.
d.    Putar bahu kanan ke arah depan, sedangkan bahu kiri diputar ke arah belakang. Demikian pula sebaliknya.
e.    Rentangkan tangan kemudian putar pergelangan tangan, putar batas siku, putar tangan keseluruhan. Lakukan berkali‑kali, pertama tangan kanan dahulu, kemudian tangan kiri, baru bersama‑sama.
f.    Putar pinggang ke kiri, depan, kanan, belakang. Juga sebaliknya.
g.    Ambil posisi berdiri yang sempurna, lalu angkat kaki kanan dengan tumpuan pada kaki kiri. Jaga jangan sampai jatuh. Kemudian putar pergelangan kaki kanan, putar lutut kanan, putar seluruh kaki kanan. Kerjakan juga pada kaki kiri sesuai dengan cara di atas.
Sebagai pembuka dan penutup olah tubuh ini, lakukan lari‑lari di tempat dan meloncat‑loncat.

Kutipan Persahabatan

Kutipan Persahabatan
v  Katakan padaku teman seperti apa yang kau punya,
Dan akan kuberi tahu bagaimana dirimu.
~Cervantes, Don Quixote~
v  Semakin dekat dirimu dengan orang-orang baik, semakin baik.
~Plautus, Aulularia~
v  Tak pernah kutemukan teman yang begitu baik selain kesendirian.
~Henry David Thoreau, Walden~
v  Seorang sahabat sejati adalah obat kehidupan.
~Apocrypha: Ecclesiasticus,VI, 16~
v  Sahabat adalah seseorang di mana bersamanya aku bersikap tulus.
~Emerson, Essays~
v  Satu sahabat dalam hidup sudah cukup, dua terlalu banyak, tiga hamper tidak mungkin.
~Henry Adams, Education of Henry Adams~
v  Tak ada cinta yang begitu besar, kecuali dari seseorang yang bersedia mengorbankan hidupnya demi sahabatnya.
~Perjanjian Baru, Johanes, XV, 13~
v  Orang baik adalah sahabat terbaik, cepat ditemukan, lebih lama bertahan, dan tak terpisahkan.
~Jeremy Taylor~
v  Tak ada obat yang yang mampu membuka hati selain seorang sahabat sejati.
~Bacon, Essays: of Friendship~
v  Sahabat sejati berbagi rahasia dengan bebas, menasihati dengan bijak, siap menemani, berpetualang dengan berani, menghadapi semuanya dengan sabar, bertahan dengan segala keteguhan hati, dan tak berubah sebagai sahabat.
~William Penn, Fruits of Solitude~
v  Sahabat sejati adalah anugrah terindah.
~Phillip Massinger, Parliament of Love~
v  Orang-orang kaya adalah mereka yang memiliki sahabat sejati.
~Thomas Fuller, Gnomologia~
v  Orang yang takut punya musuh tak akan menemukan sahabat sejati.
~Hazlitt, Characteristic~
v  Persahabatan adalah ikatan suci, menjadi lebih suci karena berbagai kesulitan yang dihadapi.
~Dryden, Hind and Panther~
v  Adakah orang-orang berkata baik tentangmu?
Katakana hal-hal baik tentang mereka. Dan bila kau telah belajar berkata baik, cobalah berbuat baik pada mereka, maka kelak kau akan menuai hasilnya.
~Epictetus, Golden Sayings~
v  Persahabatan adalah sebuah kata yang menghangatkan hati.
~Augustine Birrel, Obiter Dicta~
v  Persahabatan tak lain adalah kecocokan dalam semua hal, begitu mulia dan manusiawi, terjalin dengan maksud baik dan kasih saying.
~Cicero, De Amiticia~
v  Persahabatan adalah bersatunya jiwa, hati, dan ikatan kebajikan.
~William Penn, Fruits of Solitude~
v  Bila seseorang tidak menjalin pertemanan dalam perjalanan hidupnya, lambat laun ia akan merasa sendirian. Tiap orang harus memperbarui jalinan persahabatan yang dimilikinya.
~Samuel Johnson, (Boswell’s Life)~

Saturday, July 14, 2012

Kutipan CINTA


Hem, bingung nih mau nge-post apa..
Jadi aku putuskan buat nge-post beberapa kutipan-kutipan dari buku yang pernah aku baca..
semoga menginspirasi :)

v  Cinta bagaikan ombak, ada pasang, ada surut.
~Helen Hunt~
v  Cinta tahan menghadapi semua hal yang tak masuk akal.
~George Eliot~
v  Tak ada tali ang mampu menarik atau mengikat begitu erat seperti cinta melakukanya hanya dengan satu benang.
~Burton~
v  Kini cinta menguasai diriku, mengguncangku, sungguh mematikan, penuh suka duka.
~Sappho~
v  Cinta dipupuk oleh kepercayaan dan kesetiaan; dia yang mampu memberi mampu juga mencintai.
~Propertius, Elegies~
v  Cinta seperti diceritakan para peramal tua
Datang bagaikan kupu-kupu berlapiskan emas
Mengibaskan sayapnya dan terbang di langit terang
Menyelinap ke dalam hati yang beku.
~Algernon Charles Swinburne, Song~
v  Cinta! Adalah karunia Tuhan
Keindahan terpilih dari surge
Dalam sisi hidup yang lain, cinta adalah kepahitan
~Thomas Campbell, Ode to The Memory of Burns~
v  Cinta adalah misteri
Yang tak mampu ku pecahkan
Saat aku ingin memutuskan,
Saat itu aku berada dalam keraguan.
       ~Sir John Suckling, Song : I Prithee Send Me Back My Heart~

Sampai jumpa di edisi kutipan selanjutnya :)

Awan Yg Chrysta Suka bagian 00

~ Kegalauan CHYRSTA ~

Mencoba melupakannya

Seperti mencoba mengingat seseorang

Yang belum pernah kutemui.

Dulu aku berpikir,

dengan mengatakan aku membencinya

kan mampu membuatku melupakannya.

Namun, ternyata aku salah.

Aku sadar bahwa aku

Semakin membutuhkannya.

Apa yang harus kulakukan?

Kini aku tak mau meninggalkannya

Aku tak mau kehilangan dia

Namun bila aku tak meninggalkannya,

bagaimana hidupku di masa depan nanti?

Tak adakah jalan lain?

Mungkin aku hanya dapat pasrah
dengan nasibku ini.

Yang ku bisa sekarang hanya berharap,

Berharap akan berjumpa kembali dengannya.

bersama-sama lagi nantinya.

Meskipun harus menunggu,

akan ku tunggu.

walaupun sampai bertahun-tahun.

Bahkan meskipun saat kita berjumpa,

Masing-masing dari kita telah

Memiliki seseorang yang istimewa di hati.

Aku akan tetap memberikan,

Kasih sayang yang belum sempat kuberikan
Saat ini...

Awan Yg Chrysta Suka bagian 0

Kau telah memikatku
Dengan kekuatan yang tak dapat kulawan
Namun aku masih melawan hingga aku melihatmu
Dan bahkan sejak saat aku melihatmu.
Aku telah berusaha keras
“Mencari alasan melawan cinta itu.“
Namun kini cinta itu menguasai diriku,
Mengguncangku, sungguh mematikan,
Penuh suka duka.
Saat aku ingin memutuskan,
Saat itu pula aku merasa dalam keraguan.
Seandainya aku belum bisa
Memiliki semua cintamu,
lebih baik aku tak memilikinya

Komposisi Pentas

KOMPOSISI PENTAS

        Komposis pentas adalah pembagian pentas menurut bagian-bagian yang tertentu. Komposisi tersebut dibuat untuk membantu blocking, dimana setiap bagian pentas punya arti tersendiri. Berikut ini adalah skema komposisi pentas.  
7
8
9
4
5
6
1
2
3

PENONTON
          Kadar kekuatan pentas dapat dilihat pada urutan nomornya. Bagian depan lebih kuat daripada bagian belakang. Bagian kanan lebih kuat daripada bagian kiri. Oleh karena itu jangan menempatkan diri atau benda yang kadar kekuatannya tinggi pada bagian yang kuat. Carilah tempat-tempat yang sesuai agar blocking kelihatan seimbang. Walaupun demikian harus tetap dalam batas-batas yang wajar, jangan terlalu dibuat-buat.

Blocking

BLOCKING
 
          Blocking adalah kedudukan tubuh pada saat di atas pentas. Pada waktu bermain kita harus selalu mengontrol tubuh kita agar tidak merusak blocking. Nah Blocking yang baik itu adalah blocking tersebut harus
1.     Seimbang
Kedudukan pemain, termasuk juga benda-benda yang ada di atas panggung (setting) tidak berat sebelah alias mengelompok di satu tempat. Jadi semua bagian panggung harus terwakili oleh pemain atau benda-benda yang ada di panggung.
  1. Utuh
Blocking yang ditampilkan hendaknya merupakan suatu kesatuan. Semua penempatan dan gerak yang harus dilakukan harus saling menunjang dan tidak saling menutupi.
  1. Bervariasi
Maksudnya kedudukan pemain tidak di suatu tempat saja, melainkan membentuk komposisi-komposisi baru sehingga penonton tidak merasa jenuh. Jangan ada kedudukan atau keadaan yang sama antara pemain yang satu dengan pemain lainnya. Misalnya sama-sama berdiri, sama-sama jongkok, menghadap ke arah yang sama, dll. Kecuali kalau memang dikehendaki oleh naskah.
  1. Memiliki titik pusat
Artinya setiap penampilan harus punya titik pusat perhatian. Ini sangat diperlukan untuk memperkuat peranan lakon serta mempermudah penonton untuk melihat di mana sebenarnya titik pusat dari adegan yang sedang terjadi. Antara pemain juga harus memperhatikan agar jangan ada yang saling mengacau sehingga akan mengaburkan di mana sebenarnya letak titik perhatian.
  1. Wajar
Setiap penempatan pemain ataupun benda-benda haruslah tampak wajar, tidak dibuat-buat. Disamping itu setiap penempatan juga harus memiliki motivasi dan harus beralasan.
         
Dalam drama kontemporer kadang-kadang naskah tidak menuntut blocking yang sempurna, bahkan kadang-kadang juga sutradara atau naskah itu sendiri sama sekali meninggalkan prinsip-prinsip blocking. Ada juga naskah yang menuntut adanya gerak-gerak yang seragam di antara para pemainnya. 

GERAK dalam Teater (2)

LATIHAN GERAK
Ada tiga bagian dalam latihan mengenai gerak yang dikenal dengan gerak-gerak dasar, yaitu :
1.       Gerak dasar bawah            : posisinya dalam keadaan duduk bersila. Di sini kita hanya boleh bergerak sebebasnya mulai dari tempat kita berpijak sampai pada batas kepala kita.
2.       Gerak dasar tengah           : posisi kita saat ini dalam keadaan setengah berdiri. Di sini kita diperbolehkan bergerak mulai dari bawah sampai diatas kepala.
3.      Gerak dasar atas                  : di sini kita boleh bergerak sebebas-bebasnya tanpa ada batas.
Dalam melakukan gerak-gerak dasar tersebut, kita dituntut berimprovisasi / menciptakan gerak-gerak yang bebas, indah dan artistik.
  
 Latihan-latihan gerak yang lain :
  1. Latihan cermin.
Dua orang berdiri berhadap-hadapan satu sama lain. Salah seorang lalu membuat gerakan dan yang lain menirukannya, persis seperti apa yang dilakukan temannya, seolah-olah sedang berdiri didepan cermin. Latihan ini dilakukan bergantian.
  1. Latihan gerak dan tatap mata.
Sama dengan latihan cermin, hanya waktu berhadapan mata kedua orang tadi saling tatap, seolah kedua pasang mata sudah saling mengerti apa yang akan digerakkan nanti.
  1. Latihan melenturkan tubuh.
Seseorang berdiri dalam keadaan lemas. Kemudian seorang lagi membantu mengangkat tangan temannya. Setelah sampai atas dijatuhkan. Dapat juga sebelum dijatuhkan lengan / tangan tersebut diputar-putar terlebih dahulu.
  1. Latihan gerak bersama.
Suatu kelompok yang terdiri dari beberapa orang melakukan gerakan yang sama seperti dilakukan oleh pemimpin kelompok tersebut, yang berdiri didepan mereka.
  1. Latihan gerak mengalir.
Suatu kelompok yang terdiri beberapa orang saling bergandengan tangan, membentuk lingkaran. Kemudian salah seorang mulai melakukan gerakan  ( menggerakkan tangan atau tubuh ) dan yang lain mengikuti gerakan tangan orang yang menggandeng tangannya. Selama melakukan gerakan, tangan kita jangan sampai terlepas dari tangan teman kita. Latihan ini dilakukan dengan memejamkan mata dan konsentrasi, sehingga akan terbentuk gerakan yang artistik.

GERAK dalam Teater (1)

GERAK
Setiap orang memerlukan gerak dalam hidupnya. Dalam latihan dasar teater, kita juga harus mengenal dengan baik macam‑macam gerak. Latihan‑latihan mengenai gerak ini harus diperhatikan secara khusus oleh seseorang yang berkecimpung dalam bidang teater.
Pada dasarnya gerak dapat dibagi menjadi dua, yaitu
1.     Gerak teaterikal
Gerak yang dipakai dalam teater, merupakan gerak yang lahir dari keinginan bergerak yang sesuai dengan apa yang dituntut dalam naskah. Jadi gerak teaterikal hanya tercipta pada waktu memainkan naskah drama.
2.     Gerak non teaterikal
Gerak non teaterikal adalah gerak kita dalam kehidupan sehari‑hari.
Macam-macam gerak teatrikal :
  1. Gerak Halus
Gerak pada raut muka kita atau perubahan mimik, atau yanq lebih dikenal lagi dengan ekspresi. Gerak ini timbul karena pengaruh dari dalam/emosi, misalnya marah, sedih, gembira, dsb.
  1. Gerak Kasar
Gerak dari seluruh/sebagian anggota tubuh kita. Gerak ini timbul karena adanya pengaruh baik dari luar maupun dari dalam. Gerak kasar masih dapat dibagi menjadi empat bagian. yaitu :
a.    Business, adalah gerak‑gerak kecil yang kita lakukan tanpa penuh kesadaran Gerak ini kita lakukan secara spontan, tanpa terpikirkan (refleks). Misalnya :
·          sewaktu kita sedang mendengar alunan musik, secara tak sadar kita menggerak‑gerakkan tangan atau kaki mengikuti irama musik.
·          sewaktu kita sedang belajar/membaca, kaki kita digigit nyamuk. Secara refleks tangan kita akan memukul kaki yang tergigit nyamuk tanpa kehilangan konsentrasi kita pada belajar.
b.    Gestures, adalah gerak‑gerak besar yang kita lakukan, merupakan gerak yang dilakukan dengan sadar yang tentunya terjadi setelah mendapat preintah dari diri atau otak kita untuk melakukan sesuatu.
c.    Movement, adalah gerak perpindahan tubuh dari tempat yang satu ke tempat yang lain dan tidak hanya terbatas pada berjalan saja, tetapi juga berupa berlari, bergulung‑gulung, melompat, dll.
d.    Guide, adalah cara berjalan dimana cara berjalan bisa bermacam-macam. Misal, cara berjalan orang tua akan berbeda dengan cara berjalan seorang anak kecil, berbeda pula dengan cara berjalan orang yang sedang mabuk, dsb.
Setiap gerakan yang kita lakukan harus punya arti, motif dan dasar. Hal ini harus benar-benar diperhatikan dan harus diyakini benar-benar oleh seorang pemain apa maksud dan maknanya ia melakukan gerakan yang demikian itu.

TEATER sebagai Organisasi

TEATER SEBAGAI ORGANISASI
Proses Teater merupakan sebuah proses organisasi (bentuk kerja kolektif; dimana segala macam orang dengan segala macam fungsinya tergabung dalam suatu koordinasi yang rapih,dan juga mencakup juga pengertian sampai batas-batas yang sentimentil), seperti hal nya diri manusia itu sendiri, atau layaknya seperti sebuah negara. Keberhasilan suatu pertunjukan Teater dapat juga sebagai keberhasilan suatu seni organisasi; baik organisasi penyelenggaraannya (Panitia Produksi) maupun segi seni-seninya (Penyutradaraan, Penataan set, Permainan, Musik dan unsur-unsur lain).

Berikut ini contoh Elemen dari sebuah Group Teater dalam mengadakan sebuah Produksi.

-         Pimpinan Produksi
-         Sekretaris Produksi
-         Keungan Produksi / Bendahara
-         Urusan Dokumentasi
-         Urusan Publikasi
-         Urusan Pendanaan
-         Urusan Ticketing atau karcis
-         Urusan Kesejahteraan
-         Urusan Perlengkapan

-         Sutradara
-         Art Director / Pimpinan Artistik
-         Stage Manager
-         Property Master
-         Penata Cahaya
-         Penata Kostum
-         Penata setting
-         Perias / Make Uper
-         Penata Cahaya
-         Penata Musik
Setiap Elemen memiliki tugas sendiri-sendiri dan sudah seharusnya untuk bertanggungjawab penuh atas tugas itu (secara profesional). Sebagai Contoh seorang Urusan Pendanaan, ia harus memikirkan seberapa besar dana yang dibuhtuhkan? Dari mana dana itu didapatkan. Begitupula seorang Sutradara yang bertanggungjawab atas pola permainan panggung; (akting pemain, cahaya, bunyi-bunyian, set, property dan lain-lain).
Jikalau kita memandang Elemen dalam Group Teater, ada kesamaan dengan elemen dalam tubuh kita sendiri; setiap organ tubuh memiliki fungsi sendiri, tetapi saling berhubungan dan tergabung dalam fungsi yang sempurna. Teater ibarat laboratorium kehidupan itu sendiri, seperti yang diungkapkan Peter Brook “Teater akan menjadi tempat yang indah bagi orang-orang yang mabuk dan kesepian, Teater merupakan sebuah tindak budaya, Teater bukanlah tempat untuk melarikan diri ataupun untuk mencari perlindungan”.


Friday, July 13, 2012

Awan Yang Chrysta Suka - Epilogue -

~ Epilogue ~
Coretan Kecil Si Chrysta

Semenjak dia menjauh
dan mulai terlihat samar di mataku,
Banyak hal tersimpan di hati dan pikiran
yang tak bisa tersampaikan.
Tetapi perasaan ini,...
Meskipun hanya satu persen saja
Kemungkinan 'tuk bisa kusampaikan,
Aku ingin tetap menyampaikannya,
Pertanyaan dan pernyataan,
Meski tulisan ini tak kan sanggup
Mewakili semua hal itu.

Dan, ku bayangkan apa yang akan terjadi,
Lalu ku berpikir ulang,
Mungkin memang aku tak perlu menyampaikannya
Aku tidak ingin dia terganggu olehku
Yang nantinya, sikapnya itu pun makin membuatku sedih

Dan, ku tutup semua ini
Ku kunci pintu ini
Lalu ku simpan untuk diri sendiri
Tanpa ada satu pun yang tahu
Apa, kenapa, siapa..
dan bagaimana...


Powered by Blogger.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management