Monday, January 20, 2014

18.1.14.01.pm

18.1.14.01.P.M. (S.O.S)

Seseorang yang menemuiku saat itu memberiku sedikit tamparan ringan namun sakit. Menghabiskan beberapa jam dengannya, berbincang-bincang, dan akhirnya aku sadar akan kenyataan. Dia berkata ada orang lain yang merasa takut denganku. Dia berkata aku egois. Ya, aku syok, tapi mungkin jauh sebelum ini terjadi, aku sudah menyadarinya.

Aku tidak tahu bahwa selama ini aku menakutkan. Tidak, sebenarnya jauh di dalam pikiranku aku tahu aku membuat orang di sekitarku takut, hanya saja entah aku pura-pura tidak tahu atau aku melupakan kenyataan itu. Begitu susah merubah tingkah laku yang sudah sejak lama aku miliki. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak berkata dengan nada ketus atau jutek. Aku tidak bisa ‘berkata manis’, aku lebih sering ‘straigth-forward’, dan aku tidak bisa lagi menyembunyikan ekspresiku bila membenci sesuatu, berbeda ketika aku menyukai sesuatu atau seseorang.

Aku tidak pernah berpikir bahwa aku egois karena aku sering melakukan sesuatu demi orang lain terlebih dahulu. Tapi ternyata hal-hal kecil yang pernah aku lakukan tanpa aku pedulikan, mereka anggap aku egois. Tidak, aku memang egois. Beberapa hal yang kuingat, dan mungkin banyak hal yang tidak aku ingat, ku lakukan dengan egois. Hanya saja, aku sedih. Beberapa hal kecil dari egoisku mereka anggap sifat dasarku egois. Sedangkan begitu sering aku terdiam dan tertahan, menahan keinginanku sebenarnya dan membiarkan mereka melakukan sesuatu yang mereka inginkan yang bertolak belakang denganku.

Aku yang sekarang pun luapan aku yang dulu. Begitu mudah aku berpura-pura dan menembunyikan rasa. Namun sekarang, aku ‘lelah’. Aku tidak mau terus menyembunyikan ekspresi jika aku sedih atau lelah, marah atau bahagia. Mungkin terlalu banyak kekecewaaan yang aku dapati ketika dulu aku selalu menyembunyikan perasaan yang sebenarnya, sehingga aku pun berubah. Hidupku menjadi serba kebalikan. Kekecewaan yang aku dapat, kulampiaskan dalam keluarga, namun aku tetap tersenyum di luar. Dan sekarang, perasaan apapun yang kudapat, mempengaruhi sikapku terhadap lingkungan di luar. Aku tidak bisa berpura-pura bahwa aku baik-baik saja dengan muka tersenyum.

Mau bagaimana pun aku menyangkal kenyataan, kenyataan tetap saja kenyataan. Aku bukan orang baik nan sempuna. Dan aku egois! Ya, aku benar-benar tidak bisa terima bahwa aku egois, tapi bukti sudah cukup untuk menunjukkannya.
“Rubahlah attitudemu, pasti kamu bisa!” Tidak, aku merasa tidak mampu lagi. Semakin aku ingat itu, semakin aku terbebani dan sedih.

Begitu jahat, aku sesekali berharap aku tidak dilahirkan dalam keluargaku yang selalu bertengkar dan menjadi tidak pernah akur dengan saudara. Begitu jahat, aku berdoa aku dibesarkan dalam keluarga yang begitu harmonis, saling menjaga satu sama lain, dan begitu disayang oleh sang kakak. Begitu jahatnya aku, harapan dan doaku secara tidak langsung menyalahkan keluargaku atas hidupku. Meskipun keluargaku telah membaik, tapi aku tetap masih sakit. Gangguan psychologis? Temanku mengiyakannya. Karakter seseorang dibentuk dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan keluarga. Selanjutnya dipengaruhi oleh lingkungan sekolah dan masyarakat. Dia pun mewajarkan bahwa aku memiliki sifat ini karena pengaruh keluargaku.

Lalu apakah aku harus berubah menjadi sempurna seperti yang orang-orang inginkan? Apakah salah memiliki suatu kelemahan? Apapun itu, aku benar-benar tidak berniat untuk menjadi seperti ini. Aku hanya aku yang manusia biasa. Mungkin aku hanya perlu lebih dewasa. Yakinlah, aku tidak benar-benar ingin menyakiti siapapun. Aku pun menangis ketika aku menyakiti seseorang dengan sadar maupun tidak sadar, hanya tidak ada yang tahu itu. Aku hanya perlu mereka mengingatkanku, mendampingiku, dan membimbingku untuk menjadi lebih dewasa dan bukannya menjadi takut padaku. Bagaimana mungkin aku menjadi lebih dewasa, lebih mengerti dan memahami mereka, jika mereka pun takut padaku dan menjaga jarak? Mungkin aku harus berteriak S.O.S pada dunia.

0 comment:

Post a Comment

Powered by Blogger.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management