Friday, May 04, 2012

Wish


Menemukan satu file cerpen yang dibuat waktu SMA.. tepatnya tugas untuk buat cerpen sih..


HARAPAN



Luna seorang gadis SMA biasa. Dia gadis yang egois, cemburuan, dan kepala batu. Karena itu, dia sering bertengkar dengan kekasihnya yang bernama Titan. Luna sering sekali membuat Titan kesal, tapi pada akhirnya Titan yang selalu meminta maaf terlebih dahulu.
Suatu hari, Luna ingin membelikan hadiah untuk ibunya sebagai kado ulang tahun. Dia akan meminta Titan untuk menemaninya. Setelah bel pulang sekolah berbunyi, dia langsung pergi menghampiri Titan di kelasnya. tetapi Titan menolak karena ada rapat kilat yang harus dia hadiri. Saat Titan menolak permintaan Luna, dia sedang bersama gadis yang cantik bernama Rosalind. Itu membuat Luna cemburu dan makin kesal. Karena kecemburuannya, dia marah-marah dan membentak Rosalind yang tidak tahu apa-apa. Sikap Luna itu membuat Titan kehilangan kesabaran. Untuk pertama kalinya, Titan membentak Luna. Luna tidak menyangka Titan akan membentaknya dan emosi Luna menjadi memuncak.
“Aku kecewa karena kamu lebih mementingkan hal lain daripada aku! Bahkan kamu membentak aku hanya karena gadis itu! Aku benci! Lebih baik kita berakhir sampai di sini saja!” Tanpa sadar Luna mengucapkannya. Titan maupun Luna sama-sama terkejut. Dengan amarah, Titan pun menyetujuinya dan pergi ke tempat rapat bersama Rosalind. Luna syok dengan apa yang baru dia alami. Rasa menyesal pun datang, tapi dia tidak tahu harus berbuat apa.
Dua hari telah berlalu, Luna dan Titan tidak pernah lagi bertegur sapa sejak kejadian itu. Mereka saling acuh dan cuek. Tetapi sebenarnya Luna tidak ingin itu semua terjadi. Sampai di rumah, dia langsung membaringkan diri di tempat tidurnya. Dia menutup mata dan mulai menangis. Kemudian dia mendengar seseorang berkata, “Mengapa kau menangis?”
Luna pun membuka mata dan terkejut melihat sesosok peri yang ada di hadapannya.
“Siapa kamu?”
“Aku adalah seorang peri yang mampu mengabulkan semua permohonanmu. Panggil saja aku Peri Flimsy, Peri Pengabul Permohonan,” jawab peri itu.
“Benarkah?”
“Iya. Sebut saja tiga permohonanmu,” kata Peri Flimsy.
“Aku… aku ingin kembali ke masa lalu,” pinta Luna sambil tersedu-sedu.
“Baiklah, sekarang pejamkan matamu.” Luna memejamkan matanya dan beberapa detik kemudian terdengar bel pulang sekolah. Luna pun membuka matanya. Dia terkejut permohonannya benar-benar dikabulkan. Kemudian Luna bergegas menemui Titan. Dia berniat untuk meminta baik-baik dan tidak akan marah pada Titan bila dia tetap menolak. Tetapi apa yang direncanakan Luna gagal. Apa yang ingin Luna katakan, tidak bisa diungkapkan. Mulut Luna bergerak sendiri dan berbicara sesuai dengan yang telah terjadi. Luna tidak ingin berkata ‘ Lebih baik kita berakhir sampai di sini’, tetapi mulutnya tidak bisa dicegah. Lalu hal yang sama terulang lagi. Peri Flimsy datang ketika Luna sedang menangis di kamarnya, tetapi peri itu langsung bertanya, “Bagaimana? Ada lagi permohonanmu?”
Luna memohon hal yang sama, yaitu kembali ke masa lalu. Hasilnya tetap sama. Dia yang putus asa merasa kesal pada Peri Flimsy.
 “Mengapa? Mengapa tidak bisa? Bukankah kau bisa mengabulkan semua permohonanku?” kata Luna sambil menangis. “Pasti kau bohong! Kau bukan peri! Kau hanya mempermainkan aku!”
Peri Flimsy hanya tersenyum lembut dan berkata, ”Satu permohonan lagi. Pikirkanlah apa sebenarnya yang kau inginkan.”
“Aku hanya ingin memperbaiki semua kesalahanku,” jawab Luna dengan lemas dan pasrah sambil menutup mata.
“Dikabulkan!” kata peri itu.
“Luna! Luna! Bangun, sayang!” Suara lembut itu membangunkan Luna yang tertidur. Luna sadar bahwa peri itu hanya mimpi dan masalah belum terselesaikan. Ibunya Luna tahu bahwa anak gadisnya sedang mengalami permasalahan dan meminta Luna menceritakannya. Luna tidak hanya menceritakan masalahnya dengan Titan tapi juga menceritakan tentang mimpi peri itu. Mendengar mimpi itu, ibunya tertawa. Kemudian dia berkata pada Luna, “Mimpi itu pasti datang karena kamu terlalu memikirkannya, memikirkan untuk kembali ke masa lalu. Padahal, itu semua tidak mungkin terjadi.
 “Sayang, jika kamu memang ingin memperbaiki kesalahanmu, kamu harus melakukannya di masa depan. Karena kebahagiaanmu itu hanya ada dalam tangan kamu sendiri. Apa yang kamu lakukan akan menentukan ke mana kamu akan melangkah dan menjalani hidupmu. Dan setiap kejadian akan membuatmu makin dewasa dari waktu ke waktu.”
“Juga menjadi tua dari waktu ke waktu, iya kan?” tambah Luna dengan bercanda. Lalu mereka tertawa bersama.
Hari berikutnya, dia menemui Titan dan tanpa basa-basi langsung meminta maaf. Titan terheran melihat tingkah Luna dan tidak menyangka Luna akan berbuat seperti itu. Luna masih tertunduk, lalu berkata, “Aku sadar aku bukan gadis secantik dan selembut dia. Tapi aku akan berusaha dan memulai semua dari nol. Aku akan memperbaiki semua kesalahanku dan merubah perangaiku yang buruk.”
“Hei, hei, hei, apa maksudmu dengan ‘secantik dan selembut dia’ ? Siapa yang kamu maksud? Rosa??” Luna hanya mengangguk, sedangkan Titan tertawa.
“Dasar gadis bodoh. Dia adalah kekasih sahabatku, jadi tidak mungkin aku menyukainya. Gadis yang aku suka itu hanya kamu.”
“Benarkah?” kata Luna sambil tersenyum senang. “Berarti kamu lebih bodoh lagi karena menyukai gadis bodoh sepertiku!” Mereka tertawa bersama. Di dalam hati, Luna berkata, “Meskipun peri itu hanya ada di mimpi, tetapi aku merasa bahwa itu telah menjadi nyata. Permohonanku yang terakhir telah dikabulkan.”
~The End~

1 comment:

eLis.ta said...

selingan karena lanjutan cerita Awan Yang Chrysta Suka belum kelar, :)

Post a Comment

Powered by Blogger.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management