Friday, April 27, 2018

Maze Traveler (Penjelajah Labirin) - Labirin Mimpi

Bagian 4 Labirin Mimpi (I) Sunyi. Sepi. Hanya suara langkah kakiku yang terdengar. Sesekali aku merasakan desiran angin lembut menerpaku. Rasanya begitu kesepian. Aku terus saja teringat pada kata-kata terakhir Marv yang ia sampaikan padaku ketika kita berpisah, “Jika kau melanjutkan perjalanan ini, mungkin kau akan lebih menderita lagi.” Memang derita apa lagi yang akan aku alami? Kepalaku mulai pusing. Sepertinya aku mulai kelelahan dan kehilangan tenaga. “Kau perlu bantuan?” ucap seseorang yang tanpa kusadari sudah ada tepat di belakangku, mencoba menopangku. Aku menoleh padanya, mengamati wajahnya yang mulai samar-samar tak terlihat, dan seketika gelap. Entah aku pingsan atau terlelap. Aku membuka mata kemudian, secara perlahan. Terkejut, kudapati diri berdiri di tengah lorong...

Thursday, April 12, 2018

Akatsuki No Yona as the Best Shoujo Manga

Wah udah lama rasanya nggak ngoceh di blog. Ocehanku kali ini tentang salah satu manga, yang ada animenya juga, yaitu Akatsuki No Yona. For me and for now, this is my most favorite manga for romance genre (since I have One Piece as the most fav in my lists for another genre). Alert! This is for you who love shoujo manga 😆 Kenapa buatku Akatsuki No Yona is the best as a shoujo manga? Ada tiga alasan. Pertama adalah dari segi plot story yang oke. Kedua adalah kisah cintanya. Yang terakhir adalah penggambaran karakternya. Nah sebelum aku komentar dan jelasin tiga hal di atas, biar kuringkas deh cerita Akatsuki No Yona ini tentang...

Monday, March 26, 2018

Behind the Story of Maze Traveler

Behind the Scene Story Penjelajah Labirin Maze Traveler adalah cerita bersambungku yang pertama. Yah, sebenarnya ada cerita berkelanjutan lain yang aku post di blog ini, hanya saja tidak sepanjang dan se-lama (dalam hal pembuatan cerita) Maze Traveler. Awalnya tidak ada niatan sama sekali untuk membuat cerita bersambung. Aku hanya ingin menulis tentang gejolak batin seseorang yang memiliki masalah kepribadian (pada Labirin Kaca) dan seseorang yang menginginkan kebebasan (pada Labirin Pohon). Aku juga sengaja memberi akhir yang menggantung seolah akan ada cerita selanjutnya, dan memang aku berencana membuat cerita selanjutnya sih. Hanya saja total keseluruhan cerita hanya tiga atau empat bagian, lalu aku tamatkan. Namun, ketika menggarap bagian ketiga (plot cerita ketiga) sempat mengalami...

Tuesday, March 13, 2018

Dimana Letak Kebebasan? - Pasung Jiwa karya Okky Madasari (Opini Pribadi)

Kebebasan hanya fiktif belaka. Bagaimana mungkin ada kebebasan jika satu detik setelah manusia lahir, sudah ada norma dan aturan sosial yang harus dilekatkan padanya, pada bayi yang baru saja lahir ke dunia. Ada konstruksi sosial dan gender yang tidak akan pernah lepas dari kehidupan manusia. Apa konstruksi tersebut dibuat oleh manusia? Tentu saja. Berarti bukankah manusia itu sendiri yang memenjarakan diri? Tidak, lebih tepatnya konstruksi sosial, terutama konstruksi gender, pada awalnya dibuat untuk menguntungkan pihak laki-laki; itu untuk meguntungkan ruang gerak mereka dan memenjarakan wanita. Cari dan baca saja sejarah kehidupan wanita, bagaimana mereka teraniaya; mereka dijadikan budak baik jiwa maupun raga. Dan sekarang yang katanya emansipasi wanita? Ah percuma. Pada nyatanya, yang...

Maze Traveler (Penjelajah Labirin) - Labirin Pohon III

Bagian 3 Labirin Pohon (III) “Aku rasa kita harus berhenti sekarang,” pintaku pada Marv. “Mari berhenti dan bicarakan.” “Bicarakan? Tidak biasanya kamu ingin berbicara. Ada apa?” katanya, berbalik padaku. Aku mencoba mengatur nafasku perlahan, dan sejenak menghilangkan kelelahan yang kurasa karena terlalu lama berjalan. Aku duduk di bebatuan di pinggiran sebuah tanah lapang. Marv, masih berdiri di hadapanku, menatapku dan menungguku berbicara. Kubalas tatapannya, dan aku mulai berbicara. “Bagaimana mungkin aku berdiam diri membisu dan hanya mengekor kemanapun kau pergi, sedangkan arah yang kau pilih selalu menuju ke tempat yang sama? Kau pikir sudah berapa kali kita melewati lorong yang sama dan berujung pada tempat lapang ini? Kita tersesat, sadarkah kau?” Tak ada respon darinya....

Thursday, March 01, 2018

Maze Traveler (Penjelajah Labirin) - Labirin Pohon II

Bagian 3 Labirin Pohon (II) Perlahan kubuka pagar kecil labirin pohon itu. Memasuki labirin pohon, aku hanya mengikuti Kris. ‘Kris’, nama panggilan yang tiba-tiba saja terucap secara spontan dari mulutku. Tetapi semakin aku mengikutinya, semakin aku merasa sesak. Sesuatu yang menyakitkan yang entah darimana mulai menghampiriku. Hanya dengan melihatnya, aku merasa sakit. Aku harus segera meninggalkannya, dan itu kulakukan. Aku berpisah darinya di dalam labirin itu. Tetapi tetap saja sesuatu mengganjal perasaanku. “Benarkah aku meninggalkannya? Bukan sebaliknya?” Berpisah darinya, tidak benar-benar menghapus rasa sesakku. Parahnya,...
Powered by Blogger.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management