Sunday, October 28, 2012

Sampai Jumpa, My Dear Pain


See You My Dear Pain

Boleh nggak sih aku terus suka sama kamu
Terus sayang sama kamu?
Terus cinta sama kamu?
Tapi kenapa rasanya sakit ya?
Iya, aku tahu.
Cinta emang sakit.
Tapi kok gini sih?
Iya, aku tahu.
Kamu udah lupa,
Udah nggak inget,
Udah nggak suka,
Nggak perhatian,
Nggak sayang,
Tapi kok sedihnya ada terus?
Harusnya aku terbiasa kan?
Tapi kenapa sedihnya nggak hilang juga?
Tahun ke dua lho.
Dan dulu kamu masih ragu,
Sampai akhirnya kamu benar-benar lupa,
Sekarang benar-benar nggak ada lagi
Perasaan buat aku.
Jadi, apa aku harus tetap menunggu?
Apa aku tetap terus bertahan?
Mempertahankan perasaan ini,
Menanti perasaan itu ada lagi,
Haruskah?
Padahal kamu pun nggak mengerti.
Kamu pun nggak pernah mau menerima,
Nggak mau menyadari,
Masih ada aku di sini.
Jadi, perlukah aku terus berdiri di waktu ini?
Seandainya pun kamu tahu,
Kamu akan meminta ku berjalan tanpamu,
Kan?
Dan mungkin kamu akan bertanya bahwa
Kenapa pula aku harus menantimu,
Kan?
Jawabannya ada satu,
Keyakinan,
Bahwa kita bisa memperbaiki semuanya,
Setidaknya sampai satu detik yang lalu.
Dan sekarang?
Nggak akan ku pikirkan.
Mungkin perasaan ini akan masih terus ada.
Tapi aku nggak akan memusingkan.
Persetan dengan itu semua!
Jika memang aku harus berjalan sendiri,
Jika memang sayang ini tetap bercokol di dada ini,
Jadi kita lakukan saja semua ini.
Tuhan akan menyatukan kita dengan cara-Nya,
Jika memang benang merah antara kita nggak terputus.

0 comment:

Post a Comment

Powered by Blogger.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management