Monday, April 09, 2012

Awan Yang Chrysta Suka


Story 1
Beginning
Ini kisah tentang seorang perempuan yang bersikeras melanjutkan study di Yogyakarta. Salah satu alasannya adalah terlalu banyak kenangan yang membuat dia sedih di kota tempat dia dibesarkan. Maklumlah, kata orang sih anak-anak SMA masih terbilang ababil (ABG Labil).
Sebut saja dia Chrysta, yang sekarang sih sudah menjadi mahasiswi di universitas negeri yang cukup ternama di Yogyakarta. Perjumpaan pertamanya dengan seorang laki-laki yang akan dikisahkan di sini yaitu ketika OSPEK Jurusan. Panggil saja dia Cloud.
Kesan pertama Chrysta pada Cloud tidak ada yang istimewa. Physically Cloud memang lumayan, tetapi selebihnya biasa saja. Karena singkatnya waktu OSPEK Jurusan, yaitu hanya sehari, mereka tidak dekat sama sekali. Bahkan setelah OSPEK, Cloud tidak ingat Chrysta karena hampir tidak pernah bertemu. Lalu bagaiman kisah mereka itu?
Sebenarnya masih ada satu agenda yang merupakan satu rangkaian dari OSPEK Jurusan, yaitu Makrab (Malam Keakraban) yang dilaksanakan satu setengah bulan setelah OSPEK. Meskipun Makrab merupakan akhir dari keseluruhan kegiatan OSPEK, tetapi karena Makrab lah kisah ini ada dan berawal.
Terjadi pertemuan tidak sengaja di suatu sore bulan September. Sebelum para mahasiswa  dan mahasiswi berkumpul untuk Technical Meeting Makrab, mereka bertemu dan saling melempar senyum tanda mereka masih saling mengingat-hanya saja Cloud tetap lupa siapa nama Chrysta-.
Ketika semua telah berkumpul di parkiran mobil depan Gedung Pusat Layanan Akademik, entah kebetulan atau apa, Chrysta dan Cloud duduk bersebelahan sehingga mereka saling mengenal dan mengobrol.
Gugus Makrab pun di bagikan. Hampir semua nama telah dipanggil. Hanya tersisa beberapa gugus lagi. Pikir Chrysta, mungkin dia akan satu gugus lagi dengan Cloud. Tetapi ternyata Chrysta adalah nama terakhir yang disebut untuk gugusnya. Setelah itu barulah nama Cloud yang terpanggil.
Mereka memang beda gugus, tapi entah kebetulan lagi atau apa, gugus mereka menjadi satu kelompok dalam acara perform. Saat Makrab berlangsung pun, entah kenapa gugus mereka sering bersebelahan, terutama ketika di Pendopo Oemah Jawi. Sayangnya bukan hal itu juga yang membuat mereka dekat. Terus?
Suatu malam, sebelum kelompok mereka perform, Chrysta sampai di Pendopo yang terbuka itu dan duduk di dekat pintu. Di sana baru ada Cloud dan Maya. Mereka pun mengobrol, tapi Chrysta lebih banyak diam. Mungkin melihat Chrysta yang terlihat kurang sehat, sehingga Cloud pun bertanya, “Kamu sakit, Ta?” Chrysta hanya mengangguk.
“Iya, Chrysta kan emang lagi sakit. Daritadi juga batuk-batuk mulu,” sambung Maya.
“Ooh, mending kamu pindah ke tempatku aja. Di situ dingin banget soalnya deket pintu,” saran Cloud dan Chrysta pun menurut.
“Pakai jaketku juga ya?” kata Cloud beberapa saat setelah saling bertukar tempat.
“Nggak usah deh. Ngerepotin,” tolak Chrysta.
“Nggak apa-apa, daripada tambah sakit.” Cloud mulai melepas jaketnya.
“Tapi kan dingin banget kalau kamu nggak pakai jaket.”
“Nggak apa. Nih,” Cloud pun meminjami jaketnya. Eitz, tapi secara wajar ya. Tidak ada keromantisan seperti di sinetron-sinetron. Hehehe…
Meski begitu, tetap tidak ada perasaan sentimentil seperti cinta di  antara mereka. Lalu kapan? Jawabannya adalah tidak ada yang tahu pasti masalah hati mereka.

2 comment:

Adventure Life said...

awan yang sinta suka
hahaha :D

eLis.ta said...

haha..
berawal dari kesukaan si penulis memandang awan di langit sana..
#preketeekk...

Post a Comment

Powered by Blogger.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management